This page was originally written in Indonesian. This English version was translated automatically using machine translation (AI/Google engine) and may contain contextual inaccuracies. View the original Indonesian version.

Prinsip Kedua; Konsumen itu Kunci!

Ali Mulyagusdin berfoto bersama Ciputra
AiL0

Konsumen adalah sumber daya penting untuk informasi, inspirasi, dan inovasi. Hal ini disampaikan oleh Ciputra. Kalimat kunci ini menitikberatkan fokus usaha pada penerima manfaat. Siapapun yang mengeluarkan dana untuk mendapatkan pelayanan, produk, dan hasil pekerjaan kita adalah konsumen.

Kalau kita karyawan, maka konsumen kita adalah pemberi kerja, atasan, dan rekan kerja. Mereka semua adalah sumber informasi, inspirasi dan inovasi. Kemampuan kita memberikan yang terbaik adalah kunci keberhasilan kita menjadi Intrapreneur.

Untuk mengenal konsumen kita lebih dekat, kita perlu memberikan pelayanan, produk, dan hasil pekerjaan kita yang terbaik. Yang mampu mengambil alih pikiran dan hati mereka. Yang memastikan konsumen langsung teringat dan mendatangi serta membeli produk yang kita jual. Ini bukan pekerjaan mudah.

Kita sering merebut hati dan pikiran konsumen dengan para kompetitor kita. Tidak jarang, kita hanya membuat produk yang menurut kita bagus, padahal tidak sama sekali sesuai dengan selera dan “kantong” konsumen. Ini menjadi pemikiran yang sering tidak bertemu dengan apa yang diharapkan oleh konsumen.

Karenanya, sebagaimana konsumen itu adalah segala-galanya dalam usaha. Kita perlu tahu dan mengerti dengan detail apa yang dikehendaki dan daya beli konsumen. Agar kita bermain tepat di zona “blue ocean”. Bukan malah di “red ocean”.

Dalam hal ini, apabila kita salah menempatkan titik konsentrasi, maka segala sesuatu yang telah kita persiapkan akan buyar. Bahkan bisa mendatangkan risiko usaha. Bahkan tidak jarang kesulitan mempertahankan usaha.

Sering kita melihat bagaimana sumberdaya yang dimiliki perusahaan dikerahkan seluruhnya untuk melayani dan mendapatkan informasi dari konsumen. Dengan berbagai macam cara.

Baik dengan memperhatikan rekaman cctv, angket, pemberian rating atau bintang, bahkan di era digital ini semua proses pengumpulan informasi serta inspirasi dari konsumen dilakukan secara digital. Apabila belum menerapkan sistem informasi yang digital, perusahaan bahkan mengarahkan security dan OB untuk ikut membantu konsumen, karena dengan membantu mereka jadi tahu karakteristik konsumen.

Bill Gates, si pemilik microsoft, menyampaikan bahwa “konsumen mu yang paling tidak puas adalah sumber pembelajaran mu paling baik”. Wah, ini jarang mampu kita terapkan dan kita terima. Sering kita melakukan arguing bahkan berdebat dengan konsumen untuk mempertahankan bahwa yang kita lakukan sudah yang terbaik. Ada yang tidak tahu Microsoft? Atau Bill Gates? Dia orang terkaya nomor 2 di dunia versi Forbes Maret 2019.

Masih kurang yakin konsumen adalah segalanya? Steve Jobs, pendiri perusahan Apple. Inc, menyatakan “mulai lah dengan menanyakan apa yang dibutuhkan konsumen, lalu siapkan teknologi pendukungan”.

Konsumen adalah Orang Paling Penting dalam Usaha
Konsumen adalah Orang Paling Penting dalam Usaha (https://pxhere.com)

Mulai percaya? Tapi bagaimana kita menjadikan konsumen itu pusat informasi? Dengan cara mencari dan menemukan Permasalahan Konsumen. Lalu dengan mengetahu masalah, kita mulai Memikirkan Solusinya, ini disebut konsumen sebagai inspirasi. Penerapan solusi yang mampu menyelesaikan permasalahan konsumen, dan diterima oleh konsumen di sebut menciptakan Inovasi.

Kita sebagai pelaku usaha atau karyawan bisa memilih hal apa yang akan kita sentuh dan kerjakan untuk menghadirkan solusi bagi konsumen. Bisa Design, Produksi, Marketing, Keuangan, HRD, Transportasi dan Komunikasi (Koneksifitas dan Mobilitas), Kemitraan, dan Lingkungan serta CSR. Bisa salah satu atau gabungannya. Yang pada intinya adalah kreatif terus menerus. Karena permasalahan selalu muncul. Karena konsumen selalu tidak puas.

Ellis Paul Torrance menjelaskan dalam bukunya tentang Kreatifitas Berpikir, Kerangkanya adalah:

  1. Lancar dalam menghasilkan ide atau solusi alternatif di saat memiliki masalah.
  2. Fleksibel dalam menerapkan ide dan mampu memberikan ruang adaptasi ide.
  3. Elaborasi berbagai macam masukan sehingga ide menjadi lebih matang dan terperinci.
  4. Asli ide yang tidak biasa.

Apabila ke-empat hal di atas mampu kita terapkan sehari-hari dalam setiap permasalahan yang dihadapi konsumen, dunia kerja, dan tugas/ aktifitas. Kita akan menghadirkan inovasi.

Inovasi adalah kreatifitas yang diterima/ dibeli oleh konsumen.

Sekarang, setelah kita mengetahui dua prinsip penting untuk mengubah rongsokan menjadi emas, yang mungkin rongsokan itu adalah diri kita sendiri, masihkah kita khawatir karena merasa tidak memiliki apa-apa? Semestinya tidak. Kita punya pikiran dan tenaga yang merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita hanya perlu semangat untuk menerapkan hal-hal di luar kebiasan dan membuang jauh pemikiran bahwa kita “hanya mampu segini”. Percaya dan yakin lah, kita bisa lebih dari yang sekarang.

Milikilah harapan dan cita-cita.

Wujudkanlah.  (Mulyagusdin)

Keterangan:

Sumber inspirasi tulisan ini dari buku: The Entrepreneurship Ciputra Way. Pertanyaan memodalkan ijazah dan kendaraan bekas roda dua di awal tulisan terinspirasi dari keadaan Pak Ciputra, selain pengusaha juga pecinta seni,  Tahun 1998 di umur 50 tahun untuk mau bangkit dan kembali meraih mimpinya. Hasilnya semangat, kreatifitas, dan inovasi beliau bisa dilihat di bawah ini ;

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Memuat artikel terkait...

Eksplorasi konten lain dari Mulyagusdin

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca