Memiliki semangat untuk memulai usaha dan mendapatkan manfaat dari kegiatan usaha adalah keinginan semua orang. Terutama bagi para wirausaha yang terus menerus mempertahakan cita-cita dan harapan untuk memberikan yang terbaik untuk lingkungan, masyarakan, dan negaranya.
Namun, sering kita mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri usaha yang telah lama berjalan terhenti karena ketidakmampuan untuk mempertahankannya. Ini bukan hal yang luar biasa bagi kita yang mengamati. Tapi menjadi hal yang sangat menyakitkan bagi yang mengalaminya.
Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba untuk membahas apa saja yang harus menjadi perhatian utama agar usaha yang telah jalan bisa dipertahankan dan dikembangkan. Bukan saja untuk yang telah memiliki usaha, tetapi juga bagi yang ingin memulai usaha.
Cari Peluang
Entrepreneur yang bisa melihat peluang adalah yang memiliki sifat percaya dan yakin bahwa usahanya akan berhasil. Kemudian, selalu menerima gagasan/ ide terkait pelaksanaan usahanya. Membuka pikiran yang seluas-luasnya dengan bertanya kepada diri sendiri apakah ini yang terbaik. Setelah itu, etos kerja yang tinggi serta keahlian berkomunikasi menjadi syarat yang wajib.

Dr. D.J. Schwarzt, mengingatkan para pencari peluang dengan semangat Entrepreneurship agar tidak pernah puas dengan hasil yang telah didapatkan, percaya dan yakin apapun yang akan dilakukan berhasil, tidak mengikuti irama yang statis/ atau monoton, setiap hari bertanya kepada diri sendiri “bagaimana melakukan lebih baik lagi”, selalu mencari informasi tambahan dan mendengarkan masukan disaat bingung, dan membuka pikiran seluas-luasnya.
Untuk mendukung saran di atas, Paul Charlap meringkas dalam 4 unsur mencapai sukses yaitu WorkHard, WorkSmart, Enthusiasm, dan Service. Dari 4 hal tersebut. Bagian service/ pelayanan sering kita lupakan.
Kita lupa untuk apa kerja keras, kerja cerdas, dan memiliki semangat yang tinggi. Bahwa itu untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Fokus konsumen lagi-lagi harus menjadi titik penting dalam setiap kegiatan.
Baik. Agar mudah kita gambarkan dalam bentuk rencana usaha yang handal, peluang-peluang tersebut perlu kita sandingkan dengan Tantangan (eksternal; keadaan di luar diri kita) dan Kelemahan (internal; keadaan di dalam diri kita). Hal ini hanya mungkin mampu kita lakukan apabila kita terpapar atau meng-konsumsi banyak informasi. Baik itu informasi tertulis ataupun informasi yang disajikan dalam bentuk kejadian-kejadian.
Untuk menganalisa peluang usaha yang cocok untuk dikerjakan dan dikembangkan, kita harus terlebih dahulu menginstal applikasi Entrepreneur Inside. Berikutnya, analisa yang wajib kita lakukan adalah memastikan minat/ bakat kita sesuai, memiliki gambaran modal yang akan dibelanjakan, dan memiliki relasi/ jaringan yang potensial untuk melaksanakan usaha.
Sederhananya, terapkan Nine Stars berikut:
- Pastikan kita telah memiliki jiwa kewirausahaan “Entrepreneur Inside”.
- Percaya Diri, Yakin, Berfikiran Terbuka, dan Terus Mengumpulkan Informasi.
- Menemukan dan Mencatat Ide.
- Memastikan Ide tersebut kita dapatkan dengan Kerja Keras, Kerja Cerdas, Semangat yang Tinggi.
- Memastikan Ide tersebut berorientasi pada Konsumen.
- Melakukan Analisa SWOT.
- Mengukur jarak antara Minat/ Bakat dengan peluang tersebut.
- Menghitung perkiraan kasar kebutuhan Modal.
- Memetakan relasi/ jaringan yang dimiliki.
Timbang Risiko
Kita belum bisa mengambil peluang yang ada tanpa memperhitungkan dan menimbang risiko yang akan diterima. Tidak ada peluang tanpa risiko. Mereka satu paket. Peluang yang baik adalah tingkat risiko serendah mungkin. Kalaupun tidak bisa menghindari risiko yang tinggi, harus dipastikan peluang tersebut memiliki kadar “profitabilitas” yang tinggi pula.
Apa saja Risiko usaha?
- Perubahan Permintaan
- Persaingan
- Perubahan Teknologi
- Perubahan. Peraturan
- Krisis; Ekonomi, Keuangan, Sumber Daya, dan Kemanusiaan
Sehingga dalam analisa Risiko pertanyaan yang selalu kita ulang-ulang adalah “bagaimana memastikan peluang yang ada bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan risiko kegagalan paling kecil?”
Pertama sekali adalah lingkungan sekitar. Kita tidak bisa memanfaatkan Peluang usaha yang bertentangan dengan hukum, norma dan budaya lingkungan sekitar. Itu pasti. Meskipun kita sering melihat orang mengambil peluang ini dengan risiko tinggi. Seperti menjual “barang haram”. Tetap saja peluang ini tidak akan pernah menjadi peluang bagi yang telah mengaplikasikan “Entrepreneur Inside”.
Kedua, permintaan pasar terhadap ide usaha yang akan kita terapkan dan jumlah pesaing yang telah melakukan hal seperti yang telah kita rencanakan. Setiap yang kita tawarkan, biasanya ada permintaanya.
Namun, bukan itu intinya.
Titik konsentrasi kita saat menganalisa ini adalah seberapa besar gap antara permintaan dan penawaran. Dan apakah sudah ada orang lain/ usaha yang mencoba mengisi gap ini? Semakin jauh gap dan semakin sedikit yang mengisi, maka semakin kecil risiko yang kita hadapi.
Ketiga, kekuatan kita bertahan dalam siklus usaha. Bicara kekuatan dalam siklus usaha itu berarti tentang Aset. Aset Berwujud dan Aset Tidak Berwujud. Aset berwujud adalah Kas, persediaan, dan lainnya yang mudah untuk di-likuidasi. Aset Tak Berwujud seperti Sumber Daya Manusia handal yang kita miliki. Merek Dagang, nama usaha, dan GoodWill yang telah melekat. Pertimbangan ini sangat penting. Karena bisa jadi pertempuran akan panjang dan melelahkan. Kita harus cukup memastikan logistik cukup.
Lagi dan lagi, ingatlah: “Menghindari Risiko tidak akan mengantarkan Kita kemana-mana, Tapi Mengambil Peluang Tanpa Menghitung Risiko akan Mempercepat Runtuhnya Usaha”.
Kaya Skill
Salah satu syarat memenuhi kekuatan kita bertahan adalah SDM Tangguh. Terlatih dan Hebat. Apa itu Terlatih dan Hebat. Pakai ini saja ukurannya:
- Well-Organized. Terlatih untuk Rapi dan Teratur.
- Strong Sense of Purpose. Terlatih untuk Mempertahankan Visi dan Misi.
- Spontaneous. Terlatih untuk Bertindak Cepat.
- Sensitive. Terlatih untuk Peka terhadap setiap Perubahan.
- Self-Confidence. Hebat dalam Kepercayaan Diri.
- Fun. Hebat dalam Menikmati Proses.
- Persistent. Hebat dalam Bertahan dan Berjuang.
- Driven. Hebat dalam Mengendalikan dan Mengarahkan.
- Enthusiatic. Hebat dalam Semangat.
SDM yang sudah terlatih dan hebat ini harus dibentuk. Apabila waktu untuk membentuk terlalu singkat, tidak jarang demi mempertahankan usahanya, para Entrepreneur “membeli” atau “menyewa”. Ini biasa dalam dunia usaha, sembari terus membentuk SDM yang Tangguh. Apa budaya yang dibawa oleh SDM Tangguh ini?
– Selalu Belajar dari Kegagalan. Tidak pernah membiarkan kegagalan terjadi tanpa dicatat menjadi memori agar tidak diulangi. Ingat motivasi yang diberikan oleh Thomas Edison?
– Melakukan Koreksi. Tidak hanya mencatat kegagalan, tapi segera memperbaiki. Dan membagi pengalamannya kepada yang lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
– Tidak pernah sekalipun menyalahkan orang lain, bidang lain, dan lingkungannya. Mereka akan menawarkan diri untuk membantu. Untuk memberikan konstribusi kepada bidang yang dirasa lemah.
– Terus mencoba, kerja keras, tekun, dan pantang putus asa. Sekilas kata-kata ini sama. Tapi percayalah semangat yang dimiliki masing-masing kata tersebut berbeda. Terus mencoba itu adanya dalam pikiran. Kerja keras itu tindakan. Tekun saat hasil kerja keras tidak memuaskan. Tidak putus asa saat dalam memperbaiki kerusakan malah mendapati kegagalan.
Mereka-mereka ini SDM yang tidak terbentuk karena motivasinya hanya berupa finansial. Tapi karakter diri sangat kuat. Punya Teori dan Pengalaman dalam bertindak, dan memiliki Teladan dalam hidupnya.
SDM Tangguh wajib dimiliki oleh usaha apabila ingin mempertahankan usaha. SDM Tangguh dipacu Kreatifitasnya oleh Etos Kerja tinggi. Etos kerja yang terbentuk dari rasa ingin beribadah; menikmati bekerja adalah Rahmat Tuhan YME, merasa terpanggil untuk mengemban amanah dari awal sampai akhir, tempat mengaktualisasi kemampuan diri, menikmati seni, merasa terhormat diberi tanggung jawab, dan ingin selalu memberikan pelayanan.
Apabila ketiga hal tersebut dimilik oleh usaha yang sedang dan akan berlangsung. Pertahanan usaha sudah kuat untuk terus tumbuh, berkembang menjadi besar. Tinggal menyerahkan semua hasil pada Yang Maha Kuasa. Kembali kepada, kita berniat, berusaha kuat, dan Doa. InsyaAllah usaha kita bertahan untuk terus berkarya memberikan manfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara.
Kita layak diberikan selamat.
Selamat Bertahan dan Hebat!!

Tinggalkan Balasan