This page was originally written in Indonesian. This English version was translated automatically using machine translation (AI/Google engine) and may contain contextual inaccuracies. View the original Indonesian version.

Entrepreneur and Employee

Diskusi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama tim, salah satu dokumen di meja adalah SOP PDAM Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar

Tim UKM Center USK. Kiri ke kanan yang terlihat: Evayani, (tidak teridentifikasi), Dr. Fakhrurazi, Mahdi, (tidak teridentifikasi), (tidak teridentifikasi).

AiL0

Catatan: tulisan ini awalnya dibagikan sebagai presentasi Sway berjudul “Entrepreneur and Employee” (lihat aslinya di tautan Sway ini), sekitar awal 2017. Inti gagasannya sederhana: hubungan entrepreneur and employee yang sehat dibangun lewat keterlibatan, bukan perintah satu arah.

Entrepreneur and Employee: Capai Keberhasilan Ide Bersama

Apapun ukuran dan jenis usaha, seorang businessman sudah sangat terbiasa mencari dan menemukan gagasan-gagasan dalam melaksanakan usahanya. Dengan berbagai metode, pelaku usaha selalu mencoba untuk mendapatkan ide baru yang kreatif bahkan inovatif untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan. Bahkan mungkin meningkatkan pendapatan ke tingkat yang lebih tinggi dibanding kompetitornya.

Namun, kendala tentu akan selalu hadir di saat gagasan ataupun ide telah ditemukan dan siap untuk dieksekusi. Kendala yang paling sering dihadapi adalah ketidaksiapan employees dalam mengaplikasikan pandangan baru dalam perusahaan. Maka tugas entrepreneur untuk memastikan ide kreatif tersebut berhasil dijalankan sehingga menjadi terobosan yang mutakhir dan inovatif.

Tentu, tidak ada satu pengusaha pun yang ingin melihat idenya gagal sebelum dilakukan.

Salah satu pendekatan yang mulai harus diterapkan adalah membangun gagasan secara bersama-sama. Saling membantu dan menyumbang pikiran merupakan salah satu cara membangkitkan motivasi dalam mencapai tujuan bersama dan meraih keberhasilan perusahaan secara lebih umum. Semakin banyak masukan dari anggota tim atas apa yang diharapkan untuk dilakukan, maka semakin mungkin tenaga kerja turut terlibat dalam gagasan-gagasan yang lebih baik saat dijalankan.

Buy-in merupakan istilah yang sering digunakan oleh para manajer perusahaan besar. Mereka ingin memastikan bahwa bangunan gagasan untuk kebaikan perusahaan tidak hanya dimiliki oleh sedikit orang pada posisi top management, namun juga menjadi prestasi bagi semua yang akan terlibat. Entrepreneur akan melihat para anggota tim berkontribusi aktif, memberikan seluruh energinya, serta menjaga agar gagasan berjalan dengan baik, bahkan menjaganya seakan-akan mereka adalah pemilik dari usaha tersebut.

Beberapa tiang harus disiapkan untuk menyokong bangunan demi mensukseskan capaian pelaksanaan ide.

  • Employee harus memiliki ruang untuk menyampaikan pikirannya dalam pembuatan standar kerja serta peningkatan kinerja. Ini harus diawali dengan pondasi aturan main yang baik dan kokoh: Standard Operating Procedure (SOP). Hal yang mengejutkan bagi pemilik usaha, manajer, atau kebanyakan employer adalah tim akan memasang standar kerja serta peningkatan kinerja yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, hanya karena mereka termotivasi untuk mencapai target yang sudah mereka tentukan sendiri.
  • Tulis dan sepakati bersama target yang ingin dicapai. Daftar keinginan yang akan dicapai, bicarakan bagaimana proses itu akan dilakukan, tentukan indikator keberhasilan, diskusikan apa yang bisa menggagalkan, dan sepakati keseluruhannya. Perbanyak dan bagikan ke setiap pekerja, bahkan kalau memungkinkan juga kepada orang yang paling penting dalam kehidupannya, sehingga ini menjadi pekerjaan bersama di dalam perusahaan, dengan semangat yang terus dipompa oleh suami, istri, anak, orang tua, sahabat, atau pasangan dari pekerja.
  • Semua ini tidak akan membuahkan hasil apabila rencana dari ide tidak diperhatikan dengan rinci: tidak dipantau progresnya, tidak dievaluasi pelaksanaan dan hasilnya, dan yang lebih konyol lagi, tidak dilaksanakan sama sekali. Jadi, rencanakan langkah dan lakukan.
Diskusi entrepreneur and employee menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama tim, salah satu dokumen di meja adalah SOP PDAM Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar
Sesi diskusi tim menyusun SOP

Rencanakan dengan memahami apa yang akan dihadapi gagasan ini. Mestinya harus jelas segmentasi konsumen, proses produksi barang atau jasa, serta biaya yang akan dihabiskan. Lalu sesuaikan dengan kemampuan pengetahuan, teknik, serta skill yang dimiliki employee. Berikan delegasi. Tugaskan tim. Kemudian lihat bagaimana progresnya berlangsung. Perhatikan kelebihan serta kekurangan. Terus-menerus berikan masukan, motivasi, serta ingatkan agar mereka mengambil waktu sejenak untuk santai, coffee time.

Setiap kali ada perubahan target, setiap ada perubahan kesepakatan untuk beradaptasi dengan kerumitan pekerjaan, maka duduk kembali. Tulis dan sepakati bersama, lagi. Dan ingat, ide awal sangat sering berubah, bahkan bisa berakhir dengan hasil yang jauh berbeda. Sekali lagi, ambil waktu yang cukup untuk tenang namun tetap berpikir, sambil ditemani secangkir kopi. Dan lakukan lagi. Dan lagi.

Diagram entrepreneur and employee: Ide Bersama untuk Mencapai Target dengan Sempurna, ditopang tiga pilar (Ruang Memberikan Masukan, Tulis dan Sepakati, Rencana dan Lakukan) di atas fondasi Standar Operasional Prosedur
Tiga pilar mencapai keberhasilan ide, di atas fondasi SOP.

Pengusaha sudah sangat biasa berhitung. Tentu paham bagaimana caranya. Tapi hanya entrepreneur yang menghitung apa yang seharusnya dihitung. Count and award your employees as you do for yourself.

Selamat menikmati kopi pagi. 🙂

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Memuat artikel terkait...

Eksplorasi konten lain dari Mulyagusdin

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca